Inovasi Properti di Era Digital

Catatan Jarot Warjito: Urgensi Inovasi Properti di Era Digital Demi Jawab Tantangan dan Merintis Peluang Baru

Facebook
Twitter
WhatsApp
Threads

Industri properti Indonesia menghadapi persimpangan yang semakin kompleks: kebutuhan pasar yang berubah cepat, tuntutan efisiensi, dan ekspektasi generasi baru akan hunian yang tidak hanya nyaman tetapi juga cerdas dan ramah lingkungan.

Dalam situasi ini, inovasi properti di era digital bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama bagi pengembang yang ingin tetap relevan dan berdaya saing.

Digitalisasi, PropTech, dan tren lain seperti smart home dan hunian berkelanjutan mulai merambah dengan cepat ke berbagai aspek properti — dari pemasaran hingga manajemen operasional.

Data menunjukkan bahwa para pencari properti, terutama generasi milenial dan generasi Z, semakin sering menggunakan platform online dalam pencarian hunian (misalnya peningkatan pencarian properti lewat platform marketplace property). Data penggunanya pun terus meningkat, bahkan mencapai 78,5% pada semester pertama 2023.

Inovasi yang nyata akan menjadi pembeda di pasar yang membanjiri penawaran tetapi menuntut kualitas pengalaman tinggi.

Tren dan Inovasi yang Paling Dibutuhkan di Industri Properti

Beberapa inovasi saat ini sangat dibutuhkan di industri properti, terutama PropTech dan keberlanjutan.

PropTech (Property Technology) berkaitan dengan penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Big Data, Internet of Things (IoT), VR/AR, dan platform digital untuk transaksi, pemasaran, manajemen properti, dan desain & konstruksi.

Dirangkum daeri berbagai sumber, PropTech dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, aksesibilitas, dan pengalaman pengguna di seluruh rantai nilai properti.

Digitalisasi mengubah bisnis properti dengan mempercepat proses transaksi, mengoptimalkan pemasaran, dan memperluas jangkauan pelanggan. Misalnya, platform pemasaran properti online memudahkan calon pembeli atau penyewa untuk melihat daftar properti, memfilter berdasarkan kebutuhan, bahkan melihat virtual tour 360°, semuanya tanpa harus ke lokasi fisik.

Berdasarkan laporan “PropTech Lokal Kini Mendunia: Inovasi Digital yang Mempermudah Sewa Hunian”, lebih dari 70% generasi milenial menggunakan platform digital untuk mencari hunian.

Contoh inovasi properti yang berhasil antara lain penggunaan VR/AR dalam tur virtual, penggunaan AI untuk rekomendasi properti atau simulasi cicilan, dan aplikasi manajemen properti yang memudahkan pemilik dan penyewa untuk berkomunikasi dan mengelola fasilitas.

Platform seperti Jendela360 menyajikan layanan digital interaktif yang menjadi contoh nyata bagaimana teknologi mempermudah akses dan transparansi dalam sewa menyewa hunian.

Peran Developer dalam Menjawab Tantangan Zaman

Developer harus beradaptasi dengan kebutuhan pasar modern melalui beberapa langkah strategis. Pertama, memperkuat adopsi PropTech dalam seluruh siklus usaha: dari riset pasar, desain, konstruksi, pemasaran, hingga manajemen properti pasca-penjualan.

Dengan data real-time dan analitik pasar, developer dapat merespons preferensi konsumen lebih cepat dan efisien.

Kedua, memperhatikan aspek keberlanjutan dan lingkungan (green building, efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan), serta fasilitas pendukung seperti teknologi smart home dan infrastruktur digital.

Tren ini semakin penting karena konsumen sekarang tidak hanya memilih hunian berdasarkan lokasi dan harga, tetapi juga kualitas hidup dan dampak lingkungan. Sebagai contoh, tren properti ramah energi dan smart home tercantum dalam “Tren Properti 2025: Smart Home, Investasi Digital & Hunian Ramah Lingkungan” sebagai salah satu tren utama.

Tantangan utama developer dalam menghadirkan inovasi meliputi biaya awal teknologi, resistensi regulasi/perizinan tradisional, keterbatasan keterampilan teknis staf, dan infrastruktur digital yang belum merata. Di beberapa daerah, akses internet lemah, biaya setting teknologi tinggi, serta kurangnya pemahaman masyarakat dan pemerintah daerah mengenai nilai PropTech dan keberlanjutan menjadi hambatan serius.

Langkah Konkret untuk Menjawab Tantangan Zaman

Untuk menjawab tantangan tersebut, terdapat beberapa langkah konkrit yang bisa diambil oleh developer dan asosiasi seperti Deprindo:

  1. Investasi awal dalam digitalisasi dan teknologi: Misalnya membangun platform online interaktif, sistem virtual tour, aplikasi manajemen properti digital, serta penggunaan AI dan Big Data untuk analitik pasar dan interaksi pelanggan.
  2. Kemitraan dengan startup PropTech dan penyedia teknologi lokal: Developer harus membuka pintu kolaborasi dengan startup yang inovatif untuk mempercepat solusi, termasuk prefabrikasi, modul konstruksi, dan smart home.
  3. Pelatihan dan pengembangan kapasitas SDM: Meningkatkan keterampilan teknis tim dalam hal teknologi digital, analitik data, manajemen proyek modern, serta regulasi teknologi dan properti.
  4. Adaptasi regulasi dan kebijakan yang mendukung inovasi: Pemerintah dan daerah harus menyederhanakan perizinan, memberikan insentif untuk teknologi hijau dan digitalisasi, serta regulasi yang responsif terhadap inovasi—misalnya pengaturan VR/AR, blockchain dalam transaksi properti, atau smart contract.
  5. Penerapan proyek pilot atau percontohan: Sebagai contoh nyata, mengembangkan proyek-proyek perumahan atau hunian demo yang mengintegrasikan smart home, fasilitas digital, green building, dan fitur keberlanjutan, agar bisa menjadi bukti konsep dan menarik kepercayaan publik.

Penutup

Inovasi properti bukan pilihan opsional, melainkan keharusan di tengah perubahan cepat zaman. Developer yang mampu bergerak adaptif, menggabungkan teknologi digital, kepekaan terhadap kebutuhan generasi baru, dan keberlanjutan lingkungan akan menjadi pemimpin pasar.

Dengan strategi yang tepat — kolaborasi dengan pemerintah, asosiasi pengembang, startup teknologi, dan pemangku kepentingan lainnya — industri properti Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak hanya menjawab tantangan zaman, tetapi juga menciptakan model hunian masa depan yang inklusif, cerdas, dan berkelanjutan.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *