Sebagai seorang pengusaha properti sekaligus calon Ketua Umum DPP DEPRINDO periode 2025–2028, saya memandang Asosiasi Developer Properti Indonesia (DEPRINDO) bukan hanya sekadar organisasi. Bagi saya, DEPRINDO adalah rumah bersama.
Sebuah wadah, peran strategis Deprindo adalah menyatukan pengembang, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu ekosistem pembangunan yang lebih luas.
Sejak awal berdirinya, DEPRINDO telah membuktikan diri sebagai jembatan penting. Bukan hanya menghubungkan kepentingan para pengembang, tetapi juga memastikan bahwa manfaat dari sektor ini benar-benar sampai kepada masyarakat.
Ketika pengembang lebih profesional, maka produk hunian yang dihasilkan pun lebih berkualitas, nyaman, aman, dan sesuai standar. Pada akhirnya, bangsa ini juga memperoleh manfaat berupa pembangunan kota yang lebih terencana dan berkelanjutan.
Peran Strategis Deprindo: Membangun Kapasitas, Meningkatkan Kualitas
Saya percaya, kualitas pengembang sangat menentukan kualitas produk properti. Itulah sebabnya DEPRINDO selama ini konsisten menghadirkan pelatihan, workshop, hingga pendampingan teknis bagi para anggotanya.
Mulai dari manajemen proyek, penerapan teknologi konstruksi terkini, hingga edukasi soal regulasi dan hukum yang berlaku.
Tidak hanya pada level jejaring antar asosiasi, perhatian saya terhadap peningkatan kapasitas anggota juga nyata. Di Jawa Timur, selama saya memimpin DPW DEPRINDO, kami aktif mendorong berbagai kegiatan pengembangan kompetensi seperti workshop, training, hingga one-on-one coaching.
Kami berupaya membangun kapasitas anggota dengan mengadakan workshop, training, coaching hingga one on one coaching sehingga anggota memiliki wawasan bisnis dan kepemimpinan yang baik, sehingga membantu anggota mendapatkan solusi yang tepat.
Program ini terbukti memberi manfaat langsung bagi para developer anggota dalam memperluas wawasan bisnis, mengatasi kendala di lapangan, serta meningkatkan kualitas proyek yang mereka kerjakan.
Catatan penting terlihat pada Maret 2023, saat DEPRINDO Jatim sukses menggelar workshop properti perdana di Surabaya. Sebanyak 36 developer dari berbagai daerah hadir untuk membahas materi krusial, mulai dari proses perizinan, strategi pembebasan lahan, hingga pemasaran.
Harapannya, developer bisa naik kelas sehingga kebutuhan dasar masyarakat akan rumah bisa terpenuhi.
Upaya memperkuat kapasitas anggota juga berlanjut pada Desember 2023 dengan digelarnya agenda Ngobrol Properti bertema “Prospek Bisnis Properti di Jawa Timur: Peluang, Tantangan, dan Kendala.”
Acara tersebut menjadi tindak lanjut kerja sama DEPRINDO dengan Semen Merah Putih dan dihadiri perwakilan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jawa Timur.
Mitra Strategis Pemerintah
Peran DEPRINDO tidak berhenti di ranah peningkatan kapasitas anggota saja. Kami juga berperan aktif dalam mendukung kebijakan pembangunan kota yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, DEPRINDO ikut memberi masukan dalam perencanaan tata ruang, penyediaan infrastruktur, hingga pembangunan rumah rakyat.
Contohnya, di Banyumas kami turut berkontribusi dalam pembangunan 300 unit rumah subsidi. Ini adalah bukti nyata bagaimana sinergi antara asosiasi, pemerintah daerah, dan dunia usaha bisa mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau.
Di sisi lain, kerja sama dengan perbankan seperti Bank BTN di tingkat daerah juga telah berjalan. Melalui kolaborasi ini, pengembang mendapatkan edukasi tentang manajemen proyek, analisis pasar, hingga pengelolaan risiko agar setiap proyek dapat berjalan sehat dan berkelanjutan.
Sinergi Lintas Asosiasi
Saya juga menilai pentingnya membangun sinergi lintas asosiasi. Contoh yang sudah terwujud adalah penandatanganan MoU lintas asosiasi perumahan di Jawa Timur pada Januari lalu.
Harapan saya, forum lintas asosiasi ini bisa terus berkembang menjadi Forum Lintas Asosiasi Perumahan (FLAP), sebuah wadah untuk membantu masyarakat memperoleh akses perumahan dengan lebih mudah.
Momentum ini bukan hanya seremoni, tetapi langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan perizinan dan hambatan lain yang dihadapi pengembang.
Selain saya sebagai salah satu perwakilan DPW Deprindo Jatim, acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk DPD Rei Jatim Drs. Ec. Soesilo Efendy, DPD Apersi Jatim H. Makhrus Sholeh SH, DPW Apernas Jatim Moch Taufik,SE, SH, DPW Asprumnas Jatim Waluyo, DPD PI Jatim Bayu Perkasa ST, DPD AB Jatim Hardiyanto, SH, MH, DPD Himperra Jatim Drs. H. Supratno MS., SE, DPW ADPS Jatim Kamarudin, Staff Ahli Menteri ATR/BPN Bidang Teknologi Informasi, Plt Kakanwil BPN Jatim Ir. H. Jonatan, dan Kepala Disperkim Propinsi Jatim I Nyoman Gunadi ST. MT, serta Ketua KAD Jatim Dr. Ir Reswanda.
Klinik PKP: Terobosan Penting
Pada September 2025, saya juga berkesempatan hadir dalam Sosialisasi Klinik Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Surabaya. Kehadiran saya di acara tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen pribadi untuk terus memastikan bahwa program-program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat.
Bagi saya, Klinik PKP adalah terobosan penting. Program ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga pendampingan teknis dan pemberdayaan masyarakat agar mampu berperan aktif dalam pemenuhan kebutuhan rumah layak huni.
Dengan sinergi seperti ini, saya yakin sektor properti bisa menjadi lokomotif pembangunan daerah sekaligus solusi nyata bagi kebutuhan hunian rakyat.
Penutup
DEPRINDO adalah organisasi yang berdiri di garis depan pertumbuhan properti nasional. Ia hadir sebagai rumah besar yang menaungi pengembang, mendukung pemerintah, dan pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai calon Ketua Umum, komitmen saya sederhana namun tegas: menjadikan DEPRINDO lebih kuat, profesional, dan berdaya guna. Karena saya percaya, properti bukan sekadar bisnis, melainkan bagian dari pembangunan bangsa. Hunian yang layak dan terjangkau adalah hak setiap warga, dan kita semua punya tanggung jawab untuk mewujudkannya.
—
Oleh:
Jarot Warjito
Pengusaha dan Calon Ketua Umum Developer Properti Indonesia 2025–2028





