stock foto profil jarot warjito web (31)

Catatan Akhir Tahun 2025: Menenun Keberagaman, Menatap Pembangunan Strategis Nasional 2026

Facebook
Twitter
WhatsApp
Threads

Oleh: Jarot Warjito (Ketua Umum DPP Developer Properti Indonesia)

Dalam industri properti dan konstruksi, terdapat satu filosofi fundamental yang menjadi pegangan: sebuah bangunan yang megah tidak mungkin berdiri kokoh hanya dengan mengandalkan satu jenis material.

Keberadaan semen, pasir, baja, kayu, hingga kaca memiliki peran spesifik masing-masing. Perbedaan karakter tiap material inilah yang, jika dipadukan dengan perhitungan tepat, akan menciptakan struktur yang solid, estetis, dan tahan lama.

Logika konstruksi tersebut merupakan cerminan akurat bagi bangsa Indonesia. Tema perayaan Natal 2025, “Merawat Keragaman, Hormati Perbedaan” yang diusung Kemenag RI, merupakan pengingat strategis bagi seluruh elemen bangsa, termasuk para pelaku usaha, bahwa kemajemukan adalah aset terbesar sekaligus fondasi utama pembangunan nasional.

Toleransi sebagai Infrastruktur Sosial Pertumbuhan Ekonomi

Toleransi hendaknya tidak dipandang sebatas konsep moral semata, melainkan sebagai syarat mutlak bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Pembangunan nasional mustahil dapat berjalan di atas landasan sosial yang retak akibat konflik. Kedamaian dan rasa saling menghormati merupakan “infrastruktur sosial” yang memungkinkan terciptanya ruang untuk bekerja, berinovasi, dan membangun peradaban yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.

Penghormatan terhadap perbedaan keyakinan, baik kepada rekan kerja, mitra bisnis, maupun konsumen, secara langsung menciptakan ekosistem usaha yang sehat.

Sinergi ini menjadi faktor krusial agar target-target besar pembangunan nasional dapat tercapai secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Refleksi Deprindo 2025, Transformasi Organisasi dan Solidaritas Nasional

Perjalanan panjang sejak 2018 telah membawa organisasi pengembang properti ini melampaui sekadar visi membangun hunian. Kini, fokus utama telah bergeser pada upaya membangun martabat pengembang lokal dan membantu pemerintah mewujudkan hunian layak bagi masyarakat di seluruh pelosok Nusantara.

Momentum Musyawarah Nasional (Munas) di Solo hingga pelantikan DPP Deprindo di Jakarta pada tahun 2025 menjadi catatan sejarah penting yang membuktikan kedewasaan dalam berorganisasi serta penguatan estafet kepemimpinan untuk periode 2025–2028.

Keberhasilan ekspansi anggota dari ujung barat hingga timur Indonesia membuktikan bahwa perbedaan geografis dan latar belakang bukanlah penghalang bagi terciptanya solidaritas.

Hal ini mempertegas peran organisasi sebagai pembangun ekosistem kehidupan, bukan sekadar pembangun fisik bangunan.

Kontribusi Nyata: Mendukung Program 3 Juta Rumah

Dalam semangat kolaborasi nasional tersebut, Deprindo berkomitmen penuh untuk berdiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat.

Program ini bukan sekadar target angka, melainkan pengejawantahan dari keadilan sosial untuk menyediakan hunian layak bagi seluruh lapisan rakyat dari berbagai latar belakang.

Melalui standarisasi kualitas dan penguatan integritas para pengembang di daerah, Deprindo memastikan bahwa pembangunan rumah rakyat dilakukan dengan efisiensi tinggi tanpa mengesampingkan aspek keberlanjutan.

Sinergi antara pengembang lokal dan kebijakan pusat diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan papan di seluruh pelosok Nusantara, menjadikannya motor penggerak ekonomi yang inklusif.

Pilar Strategis Menuju 2026

Memasuki tahun 2026, tantangan industri properti dipastikan semakin dinamis. Terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus dalam menavigasi arah organisasi ke depan:

  • Stabilitas dan Toleransi: Terciptanya rasa aman yang lahir dari sikap saling menghargai di tengah kemajemukan.
  • Kolaborasi Lintas Sektor: Memandang perbedaan sebagai peluang untuk saling melengkapi melalui sinergi bisnis dan kemitraan strategis.
  • Keadilan Sosial: Berkolaborasi untuk memastikan bahwa hasil-hasil pembangunan dapat terdistribusi dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.

Penutup

Momentum akhir tahun 2025 ini merupakan saat yang tepat untuk memperkuat komitmen kebangsaan. Tugas besar bangsa ini bukanlah menyamakan perbedaan, melainkan menyelaraskannya dalam satu harmoni pembangunan.

Keragaman harus dirawat dengan ketulusan agar semangat toleransi menjadi pengikat dalam sinergi nasional. Dirgahayu bagi saudara-saudara yang merayakan hari besar ini, dan selamat menyambut tahun baru 2026. Mari terus bersatu dalam karya nyata demi Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan merata.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *