Peta pertumbuhan sektor properti di Indonesia menunjukkan pergeseran menarik ke arah kawasan timur, khususnya Pulau Sulawesi. Dalam dua tahun terakhir, kawasan ini menampilkan dinamika positif seiring meningkatnya investasi di sektor hilirisasi, pembangunan infrastruktur, dan urbanisasi yang cepat.
Data dari sejumlah sumber resmi memperlihatkan bahwa tiga kota utama—Makassar (Sulawesi Selatan), Kendari (Sulawesi Tenggara), dan Palu (Sulawesi Tengah)—tengah bersaing menjadi magnet baru investasi properti dan pusat baru bagi geliat ekonomi.
Menurut DPMPTSP Sulawesi Selatan dan laporan ANTARA News (2025), tren investasi di sektor properti di Sulawesi bergerak sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan.
Dengan kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor ini kini dilihat bukan sekadar sebagai penyedia hunian, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah
Makassar: Pusat Pertumbuhan dan Kelas Premium Baru
Makassar menegaskan posisinya sebagai “growth engine” sektor properti di Sulawesi. Data dari DPMPTSP Sulsel menunjukkan, realisasi investasi Kota Makassar pada Semester I 2025 mencapai Rp 33 triliun, angka yang menjadikannya sebagai kontributor terbesar di kawasan timur Indonesia. Pertumbuhan harga rumah di Makassar bahkan menjadi yang tertinggi secara nasional pada Kuartal III 2024, mencapai 13,3%, menurut laporan Properti Terkini dan Rumah123.
Kenaikan harga tersebut tidak hanya mencerminkan permintaan tinggi terhadap hunian, tetapi juga munculnya pasar premium yang semakin matang. DPD REI Sulsel menyebutkan tahun 2025 sebagai momentum kebangkitan properti, ditandai dengan peluncuran proyek eksklusif seperti Onyx Residence di kawasan Summarecon Mutiara Makassar (SMM). Menurut ANTARA News, proyek ini menjadi simbol naiknya daya beli masyarakat kelas menengah atas di kota tersebut.
Dari sisi konsumen, data Properti Terkini mencatat bahwa 42,3% permintaan properti berada di kisaran Rp 400 juta–Rp 1 miliar, sedangkan 56,9% masyarakat cenderung memilih menyewa ketimbang membeli rumah. Ini menandakan mobilitas pekerja yang tinggi, sekaligus membuka peluang besar bagi sektor properti sewa dan apartemen.
Kendari: Properti yang Tumbuh Bersama Hilirisasi Industri
Kendari di Sulawesi Tenggara mulai menunjukkan daya tarik baru bagi investor properti, terutama karena efek domino dari aktivitas hilirisasi nikel dan industri pendukungnya.
Teramedia.id mencatat realisasi investasi triwulan I 2024 mencapai Rp 260 miliar, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Kota Kendari menargetkan total investasi sebesar Rp 1,4 triliun sepanjang tahun, dengan sektor perumahan dan perkantoran sebagai penyumbang terbesar.
Menurut ANTARA News Sultra, hingga triwulan I 2025 realisasi investasi masih stabil di Rp 249 miliar, dengan dominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). ‘Hal ini menunjukkan bahwa pelaku usaha lokal mulai aktif dalam mengembangkan properti, terutama di sekitar kawasan industri.
Pemerintah daerah pun turut berperan dengan memberikan kemudahan perizinan dan insentif investasi untuk mencapai target investasi 2025 sebesar Rp 870 miliar.
Dari sisi kebutuhan pasar, lonjakan jumlah tenaga kerja di kawasan industri nikel dan smelter menciptakan permintaan terhadap hunian pekerja, rumah tapak sederhana, dan ruang komersial kecil-menengah. Kombinasi antara pertumbuhan industri dan dukungan regulasi membuat Kendari menjadi pasar properti yang menjanjikan dalam 2–3 tahun ke depan.
Palu: Potensi Baru di Tengah Hilirisasi dan KEK
Berbeda dari Makassar dan Kendari, Palu menonjol sebagai pasar properti dengan potensi ekspansi jangka panjang. BKPM dan Sultengprov.go.id menjelaskan bahwa pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu dan sektor hilirisasi industri menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi lokal. Proyek-proyek tersebut membuka peluang bagi pengembang untuk menghadirkan hunian terjangkau, hotel, serta area komersial penunjang kegiatan industri.
Ketertarikan investor besar seperti Alfaland Group, yang berencana mengembangkan portofolio properti di Sulawesi Tengah, memperkuat sinyal positif terhadap pasar lokal.
Berdasarkan data Data Indonesia (2024), Palu kini termasuk dalam pemantauan Indeks Harga Properti Perumahan (IHPP) Nasional, menandakan adanya pergerakan signifikan di sektor residensial.
Dengan posisi strategis sebagai ibu kota provinsi dan dukungan hilirisasi, Palu berpotensi menjadi kawasan pengembangan properti baru yang menghubungkan Sulawesi bagian utara dan selatan.
Tantangannya terletak pada percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan daya beli masyarakat, yang bisa teratasi seiring bertumbuhnya investasi industri.
Kesimpulan, Sulawesi Menuju Babak Baru Properti Indonesia Timur
Merujuk berbagai data dan analisis investasi, Pulau Sulawesi memasuki fase transformasi properti berbasis pertumbuhan ekonomi riil. Makassar memimpin dengan pasar premium dan mixed-use development, Kendari bertumbuh melalui sinergi antara industri dan residensial, sedangkan Palu menawarkan prospek jangka panjang berkat dukungan KEK dan minat investor nasional.
Peluang terbesar bagi pengembang ada pada hunian menengah ke atas di Makassar, perumahan pekerja dan komersial kecil di Kendari, serta properti residensial dan wisata industri di Palu. Dengan strategi investasi yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, kawasan ini berpotensi menjadi motor baru ekonomi properti Indonesia timur dalam dekade mendatang.





