Peluang Emas Properti di Sumatera

Catatan Jarot Warjito: Peluang Emas Properti di Sumatera, Infrastruktur dan Optimisme

Facebook
Twitter
WhatsApp
Threads

Peluang emas properti di wilayah Sumatera menunjukkan geliat positif sepanjang 2024 dan diperkirakan terus menguat hingga 2025.

Sejumlah faktor seperti stabilitas ekonomi regional, peningkatan investasi, dan masifnya pembangunan infrastruktur menjadi katalis utama bagi kebangkitan sektor ini.

Optimisme pasca-Pemilu 2024 juga memperkuat sentimen pasar, menciptakan momentum baru bagi para pengembang untuk memperluas portofolio proyek di luar Pulau Jawa.

Merujuk berbagai sumber, seperti AnalisaDaily.com, Kompas.tv, dan Data Indonesia, pertumbuhan properti di beberapa kota besar seperti Medan, Palembang, dan Padang menunjukkan arah yang positif, dengan dukungan kebijakan pemerintah seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Kondisi ini menegaskan bahwa Sumatera tidak hanya menjadi pasar sekunder, tetapi telah berkembang sebagai poros pertumbuhan baru dalam peta properti nasional.

Sumatera Utara: Medan Jadi Salah Satu Episentrum Pertumbuhan Properti

Kota Medan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,20% (yoy) pada Kuartal III 2024, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 4,95%.

Mengutip dari AnalisaDaily.com, sekitar 20% dari total investasi di Kota Medan pada 2023 berasal dari sektor properti, menandakan kontribusi signifikan sektor ini terhadap ekonomi daerah.

Dari sisi harga, Bloomberg Technoz mencatat bahwa Medan merupakan kota dengan Indeks Harga Properti Perumahan (IHPR) tertinggi di antara 18 kota besar di Indonesia, dengan kenaikan harga rumah tapak mencapai 5–10% per tahun. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan di kawasan dengan akses transportasi strategis dan fasilitas modern.

Selain itu, keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan ruas baru Binjai–Stabat–Tanjung Pura–Pangkalan Brandan turut memperkuat posisi Medan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Pinhome melaporkan bahwa pengembangan infrastruktur ini mendorong pertumbuhan inventori properti di Sumut sebesar 122%, tertinggi di seluruh Pulau Sumatera. Dengan tren properti berkelanjutan dan teknologi smart home yang mulai diadopsi pengembang, Medan diperkirakan akan tetap menjadi magnet investasi hingga lima tahun ke depan.

Sumatera Selatan: Palembang Menggeliat Pasca-Pemilu

Palembang menunjukkan momentum kebangkitan pasar properti pasca-Pemilu 2024. Mengutip dari Kompas.tv, sektor properti di Sumatera Selatan diprediksi tumbuh lebih dari 20% sepanjang 2024, dengan konsumsi perumahan komersial meningkat sekitar 5% pada 2025.

Pertumbuhan ini tidak lepas dari dukungan pembangunan infrastruktur seperti perluasan bandara, pengembangan transportasi massal, dan konektivitas JTTS. Posisi Palembang yang strategis sebagai hub industri dan perdagangan menjadi nilai tambah dalam menarik investor properti baru.

Di sisi desain, preferensi pasar lokal mengarah pada konsep Skandinavia dan industrial minimalis yang menonjolkan efisiensi ruang, material ramah lingkungan, dan pencahayaan alami. Gaya tersebut mencerminkan tren gaya hidup baru masyarakat urban muda di Sumatera Selatan.

Kebijakan pemerintah seperti insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11% juga menjadi faktor pendorong kuat, terutama untuk mendorong partisipasi kalangan milenial dan Gen Z dalam pembelian rumah pertama.

Sumatera Barat: Potensi Stabil dengan Pertumbuhan Bertahap

Kota Padang menjadi salah satu wilayah yang terus dipantau melalui Indeks Harga Properti Perumahan (IHPP) Nasional 2024. Menurut Data Indonesia, harga rumah secara nasional mengalami kenaikan rata-rata 2,97% dibandingkan tahun sebelumnya.

Walau pertumbuhan di Sumatera Barat belum sedinamis Sumut dan Sumsel, pasar properti di wilayah ini tetap menunjukkan arah positif, terutama di sektor residensial menengah.

Potensi pengembangan properti di Padang didorong oleh sektor pendidikan, pariwisata, dan migrasi tenaga kerja muda. Dengan dukungan peningkatan akses transportasi darat dan laut, wilayah ini berpeluang besar menjadi pasar pertumbuhan berikutnya di Sumatera bagian barat.

Lampung: Potensi Bangkit dari Efek Tol Trans Sumatera

Meskipun data spesifik properti Lampung periode 2024–2025 masih terbatas, pengaruh Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menghubungkan Lampung–Sumsel–Jawa membuka peluang besar bagi pertumbuhan kawasan baru.

Berdasarkan tren infrastruktur dan konektivitas, wilayah Lampung berpotensi berkembang pesat di sektor perumahan satelit, kawasan industri, dan logistik.

Kawasan sekitar Bandar Lampung, Bakauheni, dan Metro diprediksi menjadi titik pertumbuhan baru seiring meningkatnya mobilitas penduduk dan investasi antarwilayah. Dengan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi pengembang lokal, Lampung dapat menjadi titik strategis antara pasar Sumatera dan Jawa.

Kesimpulan, Sumatera Siap Jadi Poros Pertumbuhan Baru Properti Nasional

Secara keseluruhan, prospek properti di wilayah Sumatera untuk periode 2024–2025 didorong oleh optimisme pasca-Pemilu, percepatan pembangunan infrastruktur, dan dukungan kebijakan fiskal pemerintah.

Merujuk dari berbagai sumber, pertumbuhan paling menonjol terjadi di Medan dan Palembang, di mana sektor residensial menjadi motor utama. Tantangan yang perlu diantisipasi adalah potensi kenaikan PPN menjadi 12%, serta meningkatnya biaya material dan konstruksi pada 2025.

Namun dengan strategi pengembang yang adaptif, kolaborasi lintas daerah, dan peran asosiasi seperti Deprindo dalam memperkuat kapasitas pelaku lokal, Sumatera berpotensi menjadi salah satu poros pertumbuhan properti nasional dalam dekade mendatang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *