Kolaborasi bukan sekadar kata indah dalam jargon organisasi atau bisnis. Bagi saya, kolaborasi adalah kunci agar sektor properti bisa tumbuh lebih sehat, lebih inovatif, dan manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak pihak.
Saya melihat kolaborasi sebagai kekuatan bersama yang mempertemukan developer, pemerintah, vendor pendukung, institusi pelatihan, hingga masyarakat.
Di bawah ini saya ingin membahas dua hal: mengapa kolaborasi itu penting dengan contoh nyata industri properti secara umum, lalu bagaimana kolaborasi itu telah dan akan dijalankan di Deprindo Jatim dan manfaat yang diperoleh anggota.
Pentingnya Kolaborasi antar Developer dalam Bisnis Properti
Kolaborasi antar developer menjadi penting karena tidak ada satu pihak yang bisa berjalan optimal sendirian. Perizinan yang rumit, kebutuhan teknologi terkini, pemasaran yang efektif, regulasi yang berubah–ubah, persaingan lahan, hingga tuntutan pembangunan berkelanjutan semuanya menuntut keterlibatan banyak pihak.
Dengan kolaborasi, developer dapat berbagi sumber daya (misalnya pengetahuan tentang regulasi, vendor bahan bangunan, akses teknologi digital), mengurangi beban biaya, serta mempercepat pelaksanaan proyek.
Sebagai contoh nyata, Harpropnas Fest 2025 yang digelar di Jakarta memberikan gambaran bagus tentang bagaimana kolaborasi lintas sektor bisa memperkuat ekosistem properti.
Dalam festival tersebut, pengembang, agen properti, perbankan, hingga industri pendukung terlibat bersama untuk menghadirkan solusi bagi kebutuhan residensial dan komersial.
Pameran semacam ini bukan hanya ajang jual beli, tetapi juga forum berbagi — tentang pemasaran, teknologi, regulasi, bahkan tren masa depan.
Tren ke depan menunjukkan bahwa kolaborasi akan semakin penting. Misalnya, tren properti hijau (green property) yang sedang naik daun.
Menurut Bisnis.com, ada kesadaran yang semakin kuat terhadap prinsip-ESG (Environmental, Social, Governance) sehingga pengembangan properti ramah lingkungan, penggunaan bahan ramah lingkungan, efisiensi energi, akses ruang terbuka hijau, akan menjadi standar yang makin diperhitungkan.
Hijau Bisnis Selain itu, kerja sama antara marketplace digital, agen properti, dan developer akan makin umum untuk menjawab kebutuhan konsumen milenial yang menginginkan kejelasan, transparansi, serta kemudahan akses melalui digital.
Studi Kasus Kolaborasi Deprindo Jatim Periode 2023-2025
Di Deprindo Jawa Timur, saya telah mendorong kolaborasi nyata yang bukan hanya formalitas, melainkan menghasilkan manfaat konkret bagi anggota.
Salah satu terobosan adalah pembentukan Forum Lintas Asosiasi Developer di Jawa Timur, sebagai upaya untuk memperkuat sinergi antar asosiasi pengembang, meningkatkan bargaining power, dan menyelesaikan masalah-masalah bersama seperti regulasi lokal, izin, dan hambatan lahan.
Kolaborasi juga dilakukan lewat program pelatihan bersama pihak luar dan Deprindo untuk workshop dan pelatihan dengan konten mulai dari strategi pemasaran properti, manajemen keuangan proyek, regulasi perizinan, hingga inovasi tren properti.
Manfaatnya bagi anggota cukup nyata. Anggota-anggota Deprindo Jatim memperoleh wawasan baru melalui training dan workshop yang terstruktur.
Mereka juga mendapatkan jaringan (networking) dengan sesama developer dan pihak pendukung seperti vendor, lembaga hukum, arsitek, konsultan pajak, yang mempercepat solusi atas kendala operasional proyek di lapangan.
Kolaborasi ini membantu developer kecil dan menengah untuk “naik kelas,” dalam arti: lebih profesional dalam manajemen, lebih jernih dalam mengurus izin, lebih efektif dalam pemasaran, dan lebih tanggap terhadap tren seperti digital marketing atau properti ramah lingkungan.
Ke depan, saya punya beberapa rencana kolaborasi tambahan untuk memperkuat anggota Deprindo. Pertama, memperluas kerja sama dengan institusi pendidikan dan pelatihan vokasional untuk menghasilkan tenaga kerja kompeten khusus properti dan konstruksi.
Kedua, memperkuat kemitraan dengan lembaga keuangan dan asuransi agar produk-produk pendukung seperti asuransi kebakaran (contoh: program SIKEBAL dengan Askrindo) bisa lebih mudah dijangkau oleh anggota.
Ketiga, memperluas proyek bersama antar anggota—baik proyek skala kecil maupun menengah—di mana developer yang lebih berpengalaman membimbing yang baru agar mereka bisa menjalankan proyek dengan standar baik sekaligus aman dari risiko finansial atau hukum.
Penutup
Bagi saya, kolaborasi bukan pilihan — kolaborasi adalah keharusan jika kita ingin industri properti tumbuh berkelanjutan, inklusif, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi semua pihak.
Melalui Deprindo, saya berkomitmen terus memperkuat jaringan kerja sama: antar developer, pemerintah, lembaga akademik, pelatihan, vendor dan lembaga pendukung lainnya.
Agar anggota tidak hanya bertahan, tetapi maju; agar properti bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan masa depan bagi seluruh lapisan masyarakat.





